Tips Merawat Kopling Biar Awet
Mobil dengan transmisi manual memang masih banyak beredar di jalanan ibukota apalagi di kota-kota besar yang tidak mengalami kemacetan yang parah seperti Ibukota, pasti lebih senang dengan memakai transmisi manual. Hal ini karena banyak orang sudah merasa lebih nyaman dengan mobil bertransmisi manual ketimbang automatic. Faktor lainnya yang memungkinkan adalah perawatan yang lebih mudah & murah apabila menggunakan transmisi manual. Namun, bukannya transmisi manual diacuhkan begitu saja. Karena transmisi manual juga membutuhkan perawatan dan pemakaian yang tepat agar komponen tersebut bisa awet dan tahan lama.
Beberapa
pengendara mengeluhkan bahwa ia harus seringkali mengganti pelat
kopling yang cepat habis, padahal menurutnya jeda waktu penggantian
pelat kopling belum lama. Tentu saja dengan seringnya mengganti pelat
kopling berarti harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.
Menurut
pengalaman, salah satu penyebab paling umum cepat habisnya pelat
kopling adalah tata cara mengemudi kendaraan yang kurang baik. Untuk
lebih jelasnya, berikut ini kami informasikan mengenai kopling dan
tata cara mengendarai kendaraan agar kopling dapat bekerja secara
optimal dan tentu saja tidak mudah rusak.
Mekanisme Kopling
a. Komponen kopling
Sistem kopling (clutch)
terletak diantara mesin dan sistem penggerak (transmisi). Fungsi
kopling tersebut yaitu sebagai penerus putaran mesin ke sistem
penggerak. Sistem kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang
masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimalisasi tugas
penerus putaran mesin ke sistem penggerak. Satu set kopling terdiri
dari pelat/piringan kopling (clutch disc), matahari (cover clutch), roda gila (flywheel), dan laher kopling (release bearing).
b. Prinsip Kerja Kopling
Saat pedal kopling ditekan, hubungan antara mesin dengan sistem penggerak (transmisi) terputus karena roda gila (flywheel) danpelat/piringan kopling (clutch plate) tidak
saling bersinggungan sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak
dapat diteruskan ke komponen penggerak. Lalu, bila pedal kopling
dilepas atau tidak diinjak (difungsikan) maka hantaran putaran mesin
akan kembali menggerakkan transmisi.
Penggunaan kopling yang BENAR
Agar
kopling dapat berfungsi dengan sempurna serta tidak gampang mengalami
kerusakan, maka berikut ini adalah tahapan penggunakan kopling yang
dianjurkan :
- Jika menginjak pedal kopling, maka tekanlah pedal kopling sepenuhnya. Tujuannya adalah agar roda gila (flywheel) dan pelat/piringan kopling (cluth plate) dapat terpisah secara sempurna, sehingga dapat memudahkan dalam memindahkan tuas transmisi.
- Ketika sedang menginjak pedal kopling secara sempurna, pindahkan tuas transmisi.
- Setelah memindahkan tuas transmisi, selanjutnya bebaskan injakan kopling secara perlahan diselaraskan dengan injakan pedal gas agar kendaraan dapat berjalan dengan halus dan tidak membuat kendaraan meloncat.
Penggunaan kopling yang SALAH
Seringkali
kita tidak mengetahui sebenarnya terdapat beberapa hal yang
menjadikan komponen kopling cenderung mudah mengalami kerusakan.
Berikut ini hal-hal yang dapat memudahkan komponen kopling mengalami
kerusakan, antara lain :
- Meletakkan kaki pada pedal kopling selama kendaraan berjalan. Hal ini dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat/piringan kopling
- Menahan setengah kopling saat mobil antri di tanjakan. Hal ini dapat mempercepat kerusakan sistem kopling. Mesin pun sering terasa bergetar sehingga membuat fungsi karet penahan mesin (engine mounting) juga dapat terganggu. Sebaiknya gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan ketika sedang antri di tanjakan.
- Menginjak dan melepas kopling secara kasar . Bila dilakukan dengan cara yang kasar maka sentuhan pelat/piringan kopling terhadap roda gila (flywheel) akan terasa lebih keras, hal ini akan mempercepat keausan sistem kopling.
Tips Merawat Kopling
- Melakukan pengecekan dan perawatan kopling secara rutin.
- Gunakan selalu gigi satu untuk start awal kendaraan, karena jika menggunakan gigi di atasnya, kopling akan dibebani secara berlebihan dan mempercepat keausan
- Netralkan tuas transmisi jika berhenti. Contoh : di lampu merah
Ada
beberapa yang harus diperhatikan dalam merawat dan menggunakan mobil
bertransmisi manual. “Hal-hal yang merusak dan harus dihindari adalah
seperti saat macet dengan teknik menahan pedal kopling setengah. Begitu
juga pada saat jalanan menanjak, banyak yang menggunakan teknik ini
untuk menahan agar mobil tidak mundur, padahal seharusnya yang
digunakan adalah rem tangan. Lalu pemakaian kasar dan untuk balapan
juga menyebabkan kopling cepat rusak.” ujarnya.
“Lepas
pedal kopling terlalu rendah juga bisa membuat kampas koling menjadi
aus. Oleh karena itu jika memang sudah melepas pedal kopling,
sebaiknya kaki tidak berada di pedal kopling, jadi pedal kopling
benar-benar dilepas. Nah, jika hal tersebut dilakukan, kampas kopling
pasti awet. Karena kopling seharusnya bisa bertahan hingga 80.000 KM
atau sekitar 3 tahun.
Selain
service rutin, ia menyarankan agar pengemudi juga harus memperhatikan
jarak main pedal kopling. “Kalau sudah tidak enak harus disetel
ulang. Atau jika memang harus diganti, ya diganti. Daripada jebol
dijalan lebih repot kan?”
Masalah umum yang terjadi pada kopling
- Kopling selip
Akibat dari kopling selip, kendaraan tidak dapat berjalan, kurang tenaga, dan dapat menyebabkan boros bahan bakar, hal ini disebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan ke sistem penggerak (transmisi) karena pelat/piringan kopling sudah aus. - Kopling jeblos
Akibat dari kopling jeblos, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan, hal ini disebabkan tidak dapat terpisahnya pelat/piringan kopling dengan mesin karena tenaga yang disalurkan dari pedal tidak mampu diteruskan ke sistem kopling. Kabel kopling yang putus, silinder kopling bocor, dan matahari yang rusak merupakan beberapa hal yang membuat tenaga dari pedal tidak dapat diteruskan ke sistem kopling - Kopling lengket
Akibat dari kopling lengket, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan karena tidak terpisahnya pelat kopling dan mesin akibat pelat/piringan kopling lengket. Penyebab kopling lengket karena air atau lumpur yang masuk ke area sistem kopling.
Perhatian !!!
Jika
pada saat menggunakan kopling, tercium bau terbakar, disarankan
segera menghentikan kendaraan dan parkir terlebih dahulu karena
indikasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi panas tinggi pada kopling,
hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem kopling. Dan hal
ini sangat membahayakan pengendara terlebih bila sedang berada di jalan
bebas hambatan yang kecepatannya sangat tinggArtikel lainnya :
1. http://npgalih.blogspot.co.id/2016/01/8-tips-merawat-motor-agar-tetap-kinclong.html
2. http://npgalih.blogspot.co.id/2016/01/7-cara-merawat-hp-android-biar-tidak.html
http://npgalih.blogspot.co.id/2016/01/kenali tipe belajar kita.html
0 komentar:
Posting Komentar