Berbagai penelitian telah
dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara belajar dan
berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik
dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain merasa lebih
baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal
jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Bagaimana
cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal inilah
yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
- Modalitas
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus
ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling
penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana
dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat
modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi
yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner
modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar
Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
- Auditory
Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan
pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik
model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat
utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa
mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah
mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya
susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain
memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
- Mampu mengingat
dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
- Mengenal banyak
sekali lagu / iklan TV,
- Suka berbicara.
- Pada umumnya
bukanlah pembaca yang baik.
- Kurang dapat
mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
- Kurang baik dalam
mengerjakan tugas mengarang/menulis.
- Kurang
memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.
- Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan
ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan
terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya
belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap
informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang
bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar.
Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna,
disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik.
Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara
langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit
mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan
kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik Visual adalah :
- Senantiasa
melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
- Cenderung
menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
- Kurang menyukai
berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan
orang lain.
- Biasanya tidak
dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
- Lebih menyukai
peragaan daripada penjelasan lisan
- Biasanya orang
yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai
tanpa merasa terganggu
- Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan
menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini
benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk
menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan
memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah membaca atau
menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini
menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara
langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki
karakteristik :
- Suka membaca dan
membuat catatan
- Huruf-huruf indah
dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
- Mudah mengingat
apa yang mereka baca atau tuliskan
- Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu
yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu
agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model
belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter
pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama
agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang
yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus
membaca penjelasannya.
Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk
manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau
individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik
kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki
kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan
mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang
cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami
informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar
mengucapkannya atau memahami fakta.
Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan
untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model
peraga, semisal bekerja di lab atau belajar yang membolehkannya
bermain. Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala
mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu
belajarnya.Beberapa karakteristiknya adalah
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki
karakteristik :
- Suka menyentuh
segala sesuatu yang dijumpainya
- Sulit untuk
berdiam diri
- Suka mengerjakan
segala sesuatu dengan menggunakan tangan
- Biasanya memiliki
koordinasi tubuh yang baik
- Suka menggunakan
objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
- Mempelajari
hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit
- Spectrum
Dari segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan
informasi, ada orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak,
dan ada pula yang konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi,
manusia mengolahnya secara sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas
Connecticut, Anthony Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi
4 karakter gaya berpikir seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya
berpikir yang dominan diantara keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya
berfikir tersebut adalah : Concrete Sequential (CS), Abstract Random
(AR), Abstract Sequential (AS), Concrete Random (CR).
- Concret Sequensial
[CS]
Orang dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi.
Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka
hal-hal yang bersifat mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak
senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak
perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna
dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan
ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.
Apa yang terbaik bagi mereka?
- Memiliki cara
yang mudah dalam menerapkan ide-ide
- Mengorganisir
- Ide cemerlang
dapat membuat mereka lebih efisien
- Menghasilkan
hasil yang konkret dari ide-ide yang abstrak
- Mampu bekerja
tepat waktu dengan baik
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
- Bekerja secara
sistematis, langkah demi langkah
- Peduli pada
detail
- Memiliki sebuah
jadwal untuk dijalani
- Memiliki
penafsiran secara logika
- Mengetahui apa
yang berguna bagi mereka
- Rutinitas,
memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu
Apa yang sulit bagi mereka?
- Bekerja secara
kelompok
- Bekerja di dalam
lingkungan yang tak teratur
- Mengikuti secara
tidak lengkap atau petuntuk yang tidak jelas
- Bekerja dengan
orang yang tidak memiliki pendirian
- Berhadapan dengan
ide-ide yang abstrak
- Menuntut untuk
"menggunakan imajinasinya"
- Pertanyaan yang
tidak benar atau jawaban yang salah
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
- Bukti-bukti apa
yang saya butuhkan?
- Bagaimana saya
melakukannya?
- Kapan itu
didapatkan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Sequensial [CS]:
- Bangunlah
kekuatan organisasional Anda
- Cari tahu detail
yang Anda perlukan
- Bagilah proyek
Anda menjadi beberapa tahapan
- Tatalah
lingkungan kerja yang tenang
- Abstract
Sequensial [AS]
Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian.
Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak
dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk
berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Saking senangnya
berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama sekali
tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih
menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering
disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
Apa yang terbaik bagi mereka?
- Mengumpulkan
banyak informasi sebelum membuat sebuah keputusan
- Menganalisis
ide-ide
- Melakukan
penelitian
- Menyediakan
ide-ide logis yang berurutan
- Menggunakan
bukti-bukti untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori
- Memberikan
bukti-bukti yang diperlukan untuk diselesaikan
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
- Menggunakan
contoh yang tepat, sebagai hasil dari penelitian yang akurat
- Belajar lebih
dengan mengamati daripada melakukannya
- Alasan yang dapat
diterima secara logika
- Bekerja dengan
tenang untuk membahas suatu persoalan secara menyeluruh
Apa yang sulit bagi mereka?
- Dituntut untuk
bekerja dalam hal sudut pandang yang berbeda
- Memiliki waktu
yang terlalu sedikit dalam menyelesaikan suatu persoalan
- Mengulangi tugas
yang sama berulang-ulang kali
- Banyak
aturan-aturan yang spesifik dan peraturan-peraturan yang lainnya
- pemikiran yang
"sentimentil"
- Mengekspresikan
emosi mereka
- Menjadi
diplomatik ketika meyakinkan orang lain
- Tidak menguasai suatu
percakapan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
- Bagaimana saya
mengetahui kalau hal ini benar?
- Apakah ada
kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya?
- Apa yang kita
butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan ini?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Sequensial [AS]:
- Latihlah logika
Anda
- Suburkan
kecerdasan Anda
- Upayakan
keteraturan
- Analisislah
orang-orang yang berhubungan dengan Anda
- Abstract Random
[AR]
Segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi,
sehingga mereka terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi
menyenangkan jika mood-nya sesuai, tapi menjadi buruk jika mereka sudah
tidak lagi memiliki emosi positif terhadap sesuatu. Mudah kehilangan
konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka mencoret-coret tanpa arti di
buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat menjaga hubungan dengan
orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan dikenal
"perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu,
mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya
"mudah tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena
kesulitan mereka mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.
Apa yang terbaik bagi mereka
- Mau mendengarkan
orang lain
- Paham akan
perasaan dan emosi
- Fokus pada tema
dan ide-ide
- Membawa kerukunan
pada kelompoknya
- Berhubungan baik
dengan orang lain
- Mengenali dan
menghargai emosional orang lain
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Abstract Random [AR]?
- Belajar sendirian
- Petunjuk yang
luas dan umum
- Menjaga hubungan
dengan baik
- Semangat dalam
berpartisipasi dalam pekerjaan yang mereka yakini
- Memiliki
moralitas yang tinggi
- Keputusan-keputusan
dibuat berdasarkan perasaannya
Apa yang sulit bagi mereka?
- Memberikan
penjelasan
- Berkompetisi
- Bekerja dengan
orang yang memiliki kepribadian otoritas/diktator
- Bekerja dalam
lingkungan yang membatasinya
- Bekerja dengan
orang-orang yang kurang ramah
- Berkonsentrasi
pada suatu hal secara serentak
- Memberikan
perincian-perincian yang tepat
- Menerima kritikan
positif
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
- Apa ini ada
hubungannya dengan saya?
- Bagaimana saya
dapat membedakannya?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Random [AR]:
- Gunakan kemampuan
alamiah Anda untuk bekerjasama dengan orang lain
- <=""
li="">
- Bangunlah kekuatan
belajar Anda dengan berasosiasi
- Lihatlah gambaran
besar
- Waspadalah
terhadap waktu
- Gunakan isyarat
isyarat visual
- Concret Random
[CR]
Sering dianggap sebagai orang yang kreatif karena senang mencoba
menyelesaikan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Saking asyiknya,
mereka cenderung tidak peduli dengan waktu. Terkenal sebagai
"Deadliner", karena seringkali mengerjakan sesuatu di batas
akhir, meski punya waktu banyak sebelumnya. Tipe ini bisa mengerjakan
beberapa pekerjaan di satu waktu, hal yang sangat sulit dilakukan orang
dengan tipe CR. Spontanitas dan impulsif menjadi ciri khas tipe ini,
karena begitu banyak ide-ide muncul di kepala mereka. Orang tipe CR
biasanya cukup dipercaya untuk menjadi pemimpin, meskipun menimbulkan
situasi kritis karena sifat "deadliner-nya". Mereka juga
senang mencoba-coba sesuatu, bereksperimen, walaupun mungkin banyak
orang lain tidak menyenanginya.
Apa yang terbaik bagi mereka?
- Meberikan
inspirasi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu
- Memiliki banyak
pilihan dan solusi
- Memberikan
ide-ide yang kreatif
- Membayangkan akan
masa depan mereka
- Seringkali
menggunakan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu
- Menerima
orang-orang yang memiliki banyak perbedaan
- Berpikir dengan
cepat dengan usahanya sendiri
- Mampu menanggung
resiko
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
- Mengguakan
wawasan dan naluri untuk memecahkan permasalahan
- Bekerja dengan
memiliki banyak waktu
Apa yang sulit bagi mereka?
- Adanya larangan
dan batasan
- Laporan-laporan
yang formal
- Rutinitas
- Mengulangi
pekerjaan yang telah selesai dikerjakan
- Menyimpan
dokumen-dokumen yang terperinci
- Menunjukan
bagaimana mereka mendapatkan suatu jawaban
- Memilih hanya
satu jawaban
- Tidak adanya
pilihan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
- Berapa banyak hal
ini betul-betul diperlukan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Random [CR]:
- Gunakan kemampuan
divergen Anda
- Siapkan diri Anda
untuk memecahkan masalah
- Cermati waktu
Anda
- Terimalah
kebutuhan Anda untuk berubah
- Carilah dukungan
bagi diri Anda
- Gaya Terima
Setiap orang adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia
dengan "cara"nya sendiri. Meskipun kita melihat satu kejadian
pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin kita akan sama melaporkan apa
yang kita lihat. Hal ini karena setiap orang memiliki cara berfikir dan
memahami sesuatu yang berbeda-beda. Seorang peneliti bidang psikologi,
Herman Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik
gaya belajar yang dimiliki seseorang, yaitu gaya belajar Global dan gaya
belajar Analitik.
Memang pada kenyataannya tidak semudah dalam mengelompokan gaya belajar
seseorang seperti macam-maca gaya belajar diatas, dan sebenarnya tidak
ada orang yang 100% murni. Setiap orang pasti memiliki kombinasi dari
gaya belajar tersebut. Namun, biasanya seseorang memiliki kecenderungan
untuk lebih dominan pada satu kelompok.
- Analitik
Orang yang berpikir secara Analitik dalam memandang segala sesuatu
cenderung lebih terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun
kurang bisa memahami masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas
yang dibebankan, seorang Analitik akan mengerjakan tugasnya secara
teratur, dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka memiliki
kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, dan belum
akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya selesai.
Orang Analitik membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan
tugasnya, karena mereka tidak ingin ada satu bagian yang terlewat.
Orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik seringkali memikirkan
sesuatu berdasarkan logika. Selain itu mereka menilai fakta-fakta yang
terjadi melebihi perasaannya. Mereka dapat menemukan fakta-fakta namun
seringkali kurang mengetahui gagasan utamanya, sehingga kadang mereka
tidak mengerti maksud dan tujuannya dalam mengerjakan sesuatu. Mereka
sangat sulit belajar bila ada gangguan, karena biasanya pikirannya
hanya terfokus pada satu masalah saja. Untuk mengatasi keadaan ini,
sebaiknya orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik belajar sendirian,
baru bergabung dengan temannya untuk bersosialisasi setelah selesai
belajar.
Seorang yang Analitik dominan dapat bekerja maksimal bila ada metode
yang konsisten dan pasti dalam mengerjakan sesuatu, apalagi bila mereka
bisa menciptakan sistem belajar sendiri. Untuk itu jadwal harian sangat
membantu seorang yang Analitik merasakan adanya struktur dan hal-hal
yang bisa diramalkan, sehingga mereka dapat menentukan dan memenuhi
sasaran-sasaran yang jelas.
- Global
Orang yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu
secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka
dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang
yang Global juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan
permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya
banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan beberapa
tugas sekaligus.
Orang yang berpikir secara Global dapat bekerjasama dengan orang lain,
peka terhadap perasaan orang lain dan fleksibel. Mereka senang bekerja
keras untuk menyenangkan orang lain. Senang memberi dan menerima
pujian, bahkan mereka cenderung memerlukan lebih banyak dorongan
semangat dalam memulai mengerjakan sesuatu. Mereka dapat menerima
kritikan secara pribadi. Mereka akan mengalami kesulitan bila harus
menjelaskan sesuatu setahap demi setahap. Orang yang memiliki cara
berpikir secara Global dominan biasanya kurang memiliki kerapian, walau
sebenarnya mereka memiliki keinginan besar untuk merapikannya, namun
seringkali keinginannya kurang terlaksana. Untuk mengatasi hal ini
sebaiknya mereka belajar untuk menyederhanakan sistemnya.
Pikiran orang yang Global dominan tidak pernah bisa terfokus pada satu
masalah, pikirannya dapat pergi ke banyak arah sepanjang waktu. Apabila
orang Global mengerjakan satu tugas, lalu ada tugas baru yang muncul,
maka mereka akan mulai mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas
pertamanya belum selesai. Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka
bekerja sama dengan orang lain, dengan janji saling menolong dalam
menyelesaikan tugas sebelum mengerjakan yang lain. Mereka akan mudah
berkonsentrasi bila ada seseorang yang bekerja bersamanya. Penundaan
merupakan godaan nyata bagi orang Global, mereka membutuhkan dorongan
semangat untuk memulai tugas mereka.
Semoga artikel ini bermanfaat yak guys...
|
0 komentar:
Posting Komentar